Codeblue merusak rezeki orang dan bikin bangkrut?

gambar 2025 03 18 chicken nugget.jpg

Codeblue akun tiktok yang kontroversial karena konten nya yang terlalu ekstrim. Codeblue berawal dari sebuah akun Tiktok yang sering sekali mereview makanan khususnya resto mewah, akun ini sudah lama menjadi foodvloger tanpa wajah. Video yang di unggah oleh codeblue seputar FNB, mereka sering makan di tempat umum dengan gaya hedon dan membandingkan makanan tersebut dengan kualitas standar harga dan juga pelayanan, serta rasasnya.

Namun, kehadiran codeblue justru membuat banyak orang semakin menghujatnya. Hal ini terjadi lantaran codeblue mempunyai sebuah playlist video yang isinya nampak seolah-olah menjelekan resto ketika makanan yang di pesan tidak enak/pelayanan tidak sesuai dengan standar harga. 

Banyak netizen justru mengaitkan codeblue sebagai seorang yang merusak rezeking orang. Awalnya akun tiktok ini selalu me-review makanan, dan mengomentarinya dengan berapi-api, apalagi ketika makanan yang di makan tersebut punya kualitas kaki lima tapi harga bintang 5. Orang-orang yang berada di luar tiktok langsung membenci, dan mengkecam hal tersebut.

Namun sebagian follower yang sudah menjadi pengikut codeblue justru malah tertarik dengan konten ini, konten ini di bungkus dengan istilah sebutan enak yang berbunyi "Araaa Araaaaa", ketika makanan sudah mendapat julukan kata "Araaa Araaa" Dari codeblue, makanan tersebut sudah pasti pas, enak dan sesuai harga pasar. 

Namun orang yang membenci codeblue justru mendapatkan sebuah tunggangan segar, yaitu penggiringan opini yang di buat oleh akun gosip. Biasanya insert, atau kanal youtube gosip lainya. Konten framing yang di posting oleh akun gosip tersebut secara tidak langsung telah membekongkan sebuah pengetahuan netizen tentang codeblue. 

William adalah pemilik di balik codeblue, di cap negatif  akibat dari framing tersebut. Saya berusaha melihat isi komentar dari akun gosip, rata-rata semua komentar nya kebanyakan IQ Rendah. Merusak rezeki orang, penipu, pemerasan dan segala jenis tuduhan lain yang tidak berdasar dengan jelas. Cuma berdasarkan video gosip yang sengaja di framing oleh media.

 

Saya ikut terjun langsung debat dengan salah satu netizen yang komentar nya tidak berdasar dan terlalu rendah pemahamanya.  Di sini saya sendiri memang tidak terlalu membela codeblue, tapi saya sebagai seorang yang memang sering mengalami masalah, intinya saya jadi korban dari pedagang-pedagang nakal yang ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengorbankan konsumen.

Saya pernah pesan gofud, grabfud makananya basi, keras, udah di masak ulang.  Roti yang saya beli juga tidak enak, memang makanan yang sering saya beli itu merupakan makanan kaki 5 bukan resto bintang 5. Tapi bisa di kategorikan sebagai akal-akalan penjual, harga sudah mahal tapi makannya justru di jelekin begitu.

Intinya codbelue ada bener nya juga, nggak cuma di resto mewah, tapi di tempat makan biasa juga sering mengorbankan konsumen. Namun terkadang konsumen ini no komplain, kecuali mereka order online Platform tempat membeli biasanya menyediakan kolom komentar untuk mengisi ulasan.

Fair-fair ajalah kita berpendapat di depan publik, kita mengungkapkan sesuatu yang memang ada benarnya. Dari sebuah perusahaan itu, terkadang memang ada karyawan atau salah satu gerai yang melakukan kesalahan, tapi biasanya perusahaan induk/brand enggan mengakuinya. Karena jika mereka mengakuinya, itu bakalan merusak citra mereka. 

Padahal jika bersikap tegas, koperatif, mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya tidak akan ada yang namana citra brand itu hancur.  Di sinilah yang di speak up oleh codeblue, tapi saya akui kali ini media gosip menang. Framing mereka jauh lebih kuat hingga bisa membekokan konten yang berisi tawaran dengan istilah "Dugaan Pemerasan", sengaja mereka klikbait demi mendapatkan audience

Dari codeblue ini kita belajar, bahwa netizen itu pemikiranya rendah kali loh. Bahkan bisa di pengaruhi hanya dengan akun gosip, padahal kekuatan netizen itu justru nomor satu sebagai payung hukum yang di mana NO Viral No Justice. Namun hal tersebut malah di patahkan oleh mereka sendiri, mudah terpengaruh.

Di sini saya memang sudah lama menjadi subcriber nya codeblue, dulu waktu melihat videonya sempat membenci codeblue. Ketika saya lihat nih orang ngejelek-jelekin makanan, saya sempat ingin berkomentar di videonya yang mengulas makanan khas resto.  Namun lagi-lagi saya membatalkan niat.

5 bulan kemudian baru lah saya mengalami hal yang sama, bahkan saya sempat ingin buat artikel di Media Konsumen. Saking kesalnya ketika mendapat perlakuan seperti ini, kita buang uang 100rb -300rb bukanya kita punya banyak uang, sementara penjual semena-mena.  Dari sini saya ingat oh ternyata codeblue ada benernya juga.

Meskipun tidak semua yang di katakan cobelue itu benar, tapi di lapangan memang itu fakta adanya. Di lapangan khususnya di FNB, justru anak buah atau karyawan yang berbuat kesalahan, bahkann atasan perusahaan tidak tahu. Mereka baru bisa tahu ketika ada komplain, kalau saya komplainn ke cs, atau atasan, bisa-bisa karyawan yang bekerja di sana kena SP ( Surat Teguran ).

Sekarang ini dunia sosmed, apapun yang terjadi di sekitar kita, passti akan ada di internet. Dunia Maya sudah hidup berdampingan dengan dunia kita, jadi nggak ada salahnya kalau kita memposting sesuatu oh ini jelek, oh ini bagus. Terus memberikan penawaran kepada mereka, misal penawarann kerja sama dan lain sebagainya, nggak masalah.

Yang masaalah adalah media gosip mengendalikan netizen sampai sebegit fanatiknya, namun dengan pola fikir yang rendah. Arti kata pola fikir rendah adalah tidak berfikir dulu, main ikut arus aja. Ya begitulah kita...