Podcast lagi, keluarga Agus masih tetap ngeles

gambar 2024 10 28 agus podcast lagi di uya kuya.jpg

Podcast lagi-podcast lagi, kali ini Podcast di channel Youtube nya Uya-kuya. Agak berbeda dengan podcast sebelumnya, di podcast sebelumnya lebih mengarah ke Mengangkat kasusnya bang Agus agar naik viral, hingga menggalang donasi, mediasi terkati transparansi penggunaan dana donasi. Namun podcast kali ini Uya hanya menghadirkan semua keluarga bang Agus beserta pengacaranya, dan di beri kebebasan berbicara lebih luas.

Dalam podcast tersebut ada banyak sekali penjelasan yang di ungkapkan oleh bibi nya Agus, Agus, dan si pengacara. Bibinya Agus fokus pada pembelaan diri, dan tetap berada pada pendirianya bahwa ia tidak bersalah atas penggunaan dana tersebut, serta menjelaskan lebih detail mengenai apa yang ada di publik tidak benar.

Sementara itu pengacaranya berusaha menjatuhkan seorang yang sudah membantu Agus dengan berbagai perkara Hukum, serta mencari cari celah hukum untuk menjatukahan kak Novi.

Di berbagai sosial media, pengacara Agus berdalih membela kaum lemah. Namun, pada kerjanya bukanya membuat sebuah pembelaan terhadap klien nya, tapi lebih mengarah ke menyerang pihak lawan ( Kak NOVI ) dengan menjatuhkan berbagai tuduhan yang belum terbukti, serta membuat banyak laporan polisi ( LP ).

Menurut saya, ketika ada seorang yang menunggangi kasus ini, itu malah semakin menjauhkan kedua belah pihak. Apalagi masalahnya menempuh jalur hukum yang sama sekali tidak menguntungkan kedua belah pihak, kak novi adalah pekerja sosial, ia membangun dan mendirikan Yayasan untuk membantu orang lain.

Bang Agus dari awal mula perkara, tentunya ia bermohon-mohon meminta bantuan, di berbagai podcast. Pertama podcast dari kak Novi, hingga podcast ke kanal Youtube nya bang deny sumargo. Adapun tujuan di bentuknya sebuah podcast adalah untuk mengangkat kasusnya Agus agar naik ke permukaan, serta meminta bantuan dari khalayak ramai.

Banyak orang yang sangat peduli terhadap bang Agus, hingga terkumpul donasi sampai 1.7 Milyar. Namun sayang beribu sayang, keluarga bang Agus malah menghinati siapa yang sudah memberi donasi, dan memusuhi orang yang sudah membantunya sejak awal.

Saya menyangkal, podcast terakhir bersama bang deny sumargo. Bang Agus ingin pulang ke Aceh, dan ketika ia berada di Aceh ia ingin mengambil uang donasi yang sudah di kembalikan ke Kak Novi.

Namun permintaan dari Bang Agus tidak di kabulkan oleh Kak Novi, dan kak novi fokus pada tujuan awal yaitu untuk biaya pengobatan Agus, dan proses lanjutan. Progress pengobatan, serta tujuan penggunaan dana harus di publikaskan karena dana tersebut berasal dari netizen.

Mungkin karena tidak mendapatkan izin, dan berbalik malah di rujak netizen keluarga Agus mengadu pada negacara. Saya sih gak tahu, apakah pahawan kesiangan datang sendiri dan menunggangi kuda yang sedang panas-panasnya atau bang Agus yang mencari sendiri.

Ungkapan yang di lontarkan oleh Bang Agus setelah mendapatkan dukungan dan backingan dari sang pengacara pemebela kaum lemah tentu sangat menyakitkan hati netizen. Saya tidak butuh uang itu, yang terpenting adalah harga diri keluarga saya,

Jahat dia, Kejam dia, buat novi saja uang itu, dia yang sakit bukan saya, ungkap bang Agus.

Video bang Agus tersebut di publikasikan oleh pengacaranya, mungkin tujuanya untuk menyerang balik untuk mendapatkan dukungan publik dari netizen. Namun sayang beribu sayang, netizen malah semakin sakit hati. Yang pada giliranya bang Agus semakin di rujak, foto-foto lama bang Agus di curi oleh Netizen dan di jadikan kenten meme dan sebagainya.

Di hujat oleh Netizen merupakan hal biasa, seorang bahkan dapat bersikap positif terhadap hujatan yang datang, karena hujatan di sosmed sekarang tidak seperti dulu yang di mana menjelekan, mencaci maki, tapi lebih ke konsep hiburan. Namun sayang beribu sayang sekali bang Agus menyebutnya sebagai cacian/makian yang bersibat buruk.

Padahal kalau di nilai secara etika dan moril, jelas-jelas ungkapan bang Agus sendiri yang bernada kebencian. Apalagi dengan pengacaranya, terus berusaha mencari kesalahan lawan, membuat LP. Laporan pertama terkait pencemaran nama baik.

Hei bang pengacara, kalau kasusnya terkait pencemaran nama baik video yang abang post, story ig yang abang buat, bahkan video tuduhan yang tidak berdasar terhadap kak novi bisa di laporkan sebagaai tuduhan pencemaran nama baik. Bahkan video-video tentang Agus yang abang posting juga merupakan pencemaran nama baik.

Laporan kedua yang di layangkan oleh pengacara bang Agus sama seklai di luar konteks yaitu terkait kak novi menggunakan narkoba, laporan sudah di kirim dan di buat ke pihak kepolisian. Namun sayang beribu sayang pengacara harus tersipu malu, di karenakan kak novi sendiri yang melakukan tes urin di balai kesehatan.

Apa yang di laporkan sama sekali bersifat tendensius, yang jelas bagaimana bisa seorang mantan pramugari menjadi pengguna narkoba, bahkan surat hasil uji lab nya rutin di lakukan. Setahu saya, di penerbangan itu uji kesehatanya di lakukan sangat intens mungkin setiap kali ingin terbang harus mengantongi surat bukti bahwa sudah test kesehatan.

Selagi pengacara agus masih memilih untuk menjatuhkan, menyerang nama baik yayasan, membuat laporan polisi dengan berbagai tuduhan kasusnya bang Agus tidak akan selesai. Ada banyak orang baik yang mau membantu keluarga bang Agus, bahkan bang Jhon lbf mau turun tangan, tapi bang Agus lebih memilih pengacaranya. Bang jhon kasih 20 juta sebulan, sehingga bisa di manfaatkan untuk bangun usaha buat bang Agus, tapi bang Agus lebih memilih 1 juta dari pengacaranya.

Saya tahu bang Agus masih menginginkan uang donasi, tapi mereka memusuhi orang yang sudah membantu galang dana. Cara yang sangat tidak bijaksana dari seorang pengacara!